Banyak di antara kita yang dalam kondisi stres malah makannya kok banyak trus jadi gemuk… hmmm, pasti muncul di benak kita kok bisa yah…??? Stres mengarah pada kenaikan berat badan terutama karena “kortisol” yakni hormon stres tubuh yang utama. Ketika seseorang berada dalam stres kronis, jumlah kortisol dalam tubuh ternyata meninggi. Kortisol bertindak sebagai sinyal kuat pada otak untuk meningkatkan nafsu makan, dan tak hanya itu, ternyata kortisol ini pun memberi sinyal pada sel-sel lemak untuk menahan simpanan lemaknya, sehingga mengurangi kemampuan tubuh untuk melepaskan lemak sehingga tidak terjadi pembakaran energi dalam tubuh (alhasil lemak tertimbun dong). Selain itu, ternyata kortisol juga menurunkan kepekaan terhadap insulin sehingga pengangkutan glukosa ke dalam sel-sel dapat berkurang. Hal ini telah dibuktikan melalui banyak penelitian, salah satunya di University of Medicine and Dentistry of New Jersey, memperlihatkan hewan coba (tikus) yang stres memiliki kadar kortisol 48% lebih tinggi daripada tikus yang tidak stres, nafsu makan meningkat 27% dan sekitar 26% lebih gemuk. Jadi dapat disimpulkan bahwa peningkatan kadar kortisol yang diakibatkan stres mempengaruhi berat badan.
“Barangsiapa menyembunyikan sesuatu ilmu, pada hal dengan ilmu itu Allah memberi manfa’at kepada manusia dalam masalah agama, maka kelak di hari kiamat ia akan dikekang oleh Allah, dengan kekang dari api neraka.” (H.R. Ibnu Majah)